saat keputusan sudah disuarakan, banyak keinginan yang berbeda, muncul berbagai alasan yang meniadakan. kita menghabiskan waktu demi waktu untuk mencerna dan merenung... yang akhirnya berakhir dengan sesal...mendalam. setdaknya kenapa tdak action
tak pernah habis waktu untuk merancang, sayangnya hanya sering sampai pada rancangan dan tekad diatas kertas. bahkan tak sampai tertuliskan.... padahal kata hanyalah kata.. tak membuat sesuatu berharga.
sobata segeralah buat bata demi bata... walau sehari kau hanya mampu membuat satu bata saja.. suatu swaat perlahan akan ada yang terbentuk.. terbangun... dan menjadi tampat nyaman mu...
langkahkan kakimu...
agar tak kembali sewsal yang tersisa. selalu ada waktu,,, selagi ada hembusan nafas..