assalam,
lama tak menyapamu, kukini sibuk, untuk gapai impian yang menguat dalam tiap detakan detik waktu. Merasa waktu kian sempit tuk berbuat banyak. Idealisme lama hanya membuat kesemuan makin jelas. Bukankah Rosulullah juga mencontohkan pola real life, tapi ku biar hanya menjadi monopoli segelintir orang culas. Ku yang merasa tidak culas sebenarnya hampir sama, berkukbang pada garis abu2 kemalasan. Apapun namanya, ku ingin menjadi pemberi dan pebangun. pada zaman yang semakin menuhankan materi. bukan untuk dipertuhan, bodoh sekali. kitalah penggenggam, bukan orang2 yang digenggam, pasrah siap menunggu saat-saat diremas hancur dan berai menjadi remah berserakan yang direbuti oleh burung-burung. ku penentu, bukan lah orang-orang yang selalu ditentukan oleh zaman. ku hamba Robb yang merdeka dari hamba