
Ke padang dengan uang 90.000 dari kampung tercinta, bisa dikatakan perbuatan nekat. dengan empat stel baju, dan izin hanya untuk masukin lamaran kerja ke beberapa tempat, jadilah kuberlayar ke Padang kota tercinta, kujaga dan kubela dengan sepenuh jiwa....he..,
kok aku ne aneh ya...??? orang pada lari dari Padang, takut tsunami, aku kok malah nekad ke padang dengan uang 90 ribu pula. hmmm..... ongkos travel sih udah dibayarin ma Brother tercinta, kutih ku sayang.... tapi makan, cemilan, minuman...habis deh 20 ribu-an.
next, tak sabar menjejakkan kaki ini ke Alamanda tercinta...belum lagi kerinduan yang menggunung untuk memandang ar-risalah tersayang...., gurun sahara, bukit merah, laut padang dan lampu-lampu kotanya. keindahannya benar2 menyiksa... rindu ini bengitu dalam...hhmm, rasanya g' sabar banget. bersegera kupacu langkah hengkang dari travel menuju al-fitrah, ...ya...lupa...aku kan g' bawa oleh2 sebiji pun...oalaaahhhh, terpaksa deh dengan berat hati (ikhlas kok..sure!!!) aku harus beli oleh-oleh, eh tapi apa ya...?yang ada didepan mata cuma martabak bandung, satu porsi paling murah 10 ribu-an, g' mungkin cuma satu porsi, minimal dua porsi... ya....harus ikhlas... " martabak coklat kacang duo da" dengan sedikit sigap si uda memasakkan martabak pesananku. dengan berat lagi kuserahkan uang 20 ribu-an, masih nambah pake seribuan 2 biji.....tinggal berapa ya duit ku, berarti 40 ribuan lagi ya!!! ( kok jadi itung-itungan!)..
modal 40 ribu..., ongkos balik ke kampung ja g' cukup. eh...tapi g' pa2, Allahu maana. Allah kan Maha kaya..., tenaaa..ng, tenang jun bisik hatiku...., baru beberapa jam dari rumah, kampung tercinta... aku harus kuat, tegar mannn. aku kan buktian...