”o…o kamu keta uan pa calan la gi.. dengan di linya teman baik ku...,o o ..kamu ketauan... pa ca lan la gi dengan di li nya teman baik ku...” mungkin kita akan tertawa geli mendengarkan lagu ini dinyanyikan dengan kecadelan anak 5 tahunan, kalau seandainya itu dinyanyikan adik kita dirumah sambil sedikit bertepuk dan bergoyang, tapi bagi yang punya nurani ternyata harus miris, why....????, karena lagu ini didendangkan oleh seorang anak seumuran adik kita, so... ia bernyanyi dipinggiran jalan, di lampu merah dengan celana kebdodoran, baju lusuh dan ingus yang sedikit membekas dipipi, tepatnya jam 7 pagi. Saat-saat manusia yang bernama mahasiswa yang lagi kosong kuliahan tidur-tiduran dikos nya yang hangat, para dosen dengan rapi jalinya menyetir mobil kekampus untuk mengajarkan ilmu. tok-tok tok... kaca mobil diketuk, sikecil bernyanyi, acuh dan lampu hijau menyala.. wus... mobilpun kembali melaju...
Apa yang ada diperasaan sikecil,... ia sangat polos,... tak terbersit menyalahkan siapapun, ia kembali bergerak menepi menunggu lampu merah berikutya menyala. Kembali bertepuk- sambil mendendang cadel, o..o..., beberapa mahasiswa melirik.. hmmm... kasihan juga.. kemudian kembali sibuk dengan hayalannya yang segudang, tentang hidup, bukan kehidupan tapi kemapanan bendawi, gimana yaa agar dapat nilai A, kemudian dapt kerjaan yang boafit and gaji yang besar... wa..h indah ya hidup ini, .sebentar lagi... sebentar lagi aku akan jadi PNS, ....hmmm indah nian hidup ini. Sikecil hilang tertelan debu jalanan.
Sobat entah jiwa itu masih ada padamu, atau sudah berubah mejadi tumpukan uang dan teori-teori materialisme yang harus kau capai.
Benar ...kamu hanya bisa demo, itupun sekarang tidak berani, kamu hanya tahu PNS, Gaji Besar, Kerja instan, urusan orang belakangan. Tidak kah kau berfikir, seandainya sikecil itu adalah adikmu???? Kehidupan bagaimana yang dia lalui, konsep macam apa yang akan tertanam dalam otaknya tentang hidup ini. Wacana dan hanya wacana tidak berguna bagi mereka. Dengan sangat vokal kamu lantang berujar mahasiswa adalah agen of change, tidak kah kau malu, karena benar kau berubah tapi apa yang kau rubah, ketika pulang kekampungmu kau memang merubah, merubah hal yagn sangat sia-sia, kau bahkan menjadi model bagi pribadi yang nyeleneh.
Beberapa darimu memang sering berdiskusi, mewacana, tentang sikecil dan teman-temannya, tapi hanya wacana, dan.. mereka tidak butuh wacana.
Kenapa begitu berat tangan mengulur, memberi dan berbagi,
Saudaraku... seperti kamu mereka juga manusia.. seperti kamu mereka tidak pernah berminat hidup dijalanan, mereka tidak pernah minta hidup jadi pengamen, peminta-minta, mereka sangat ingin sepertimu, berseragam sekolah atau membawa diktat-diktat kuliah, atau sangat bermimpi menjinjing sebuah laptop. Mereka sama dengan mu... hanya kamu lebih beruntung secara hartawi, namun belum tentu siapa yang lebih kerdil secara bathini,
Sekali lagi mereka manusia, punya cita sepertimu, namun mereka terlalu takut utuk menatap kelangit, untuk melihat indah dan birunya langit, putih dan bersihya awan, kamu mengajari mereka untuk merasa tak pantas!!!! Bukan memotivasi harap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar