ASSALAMU 'ALAIKUM WR. WB.

kitakah sang pengukir jejak?!!!, dengan tapak-tapak susah
derai keringat membasah, air mata menderas, bahkan darah memerah
jejak akan menjadi ukiran berbentuk dengan adanya ....mengindah...berwarna
jejak itulah yang terus tampak sampai hari ini, diseantero tanah anbiya'
jejak pejuang tanah terluka, penghantar syuhada....,jejak itu akan ada disini...disana..pijakan bumi manapun
pada jiwa-jiwa yang sedia menjadi kanvas

Rabu, 04 Agustus 2010

lupaaa

Kamis, 02 Februari 2006


Berhentilah berfikir kecil, gersang dan muram, kalau kau ingin menjadi orang besar, riang, dan sukses.
Kalau kau nyatakan ingin menggapai ridha Allah, maka kau harus mikirin ummat, Ummat yang besar, bukan nafsu, egois dan angkara yang ada dalam dirimu
Bangkitlah tatap sekitarmu, banyak yang kurang, berbenahlah segera, cukupi, penuhi dengan segenap mampumu, sebisamu. Jangan hanya mikirin dirimu, karena itu takkan pernah berarti dan akan mati




Brother’s & Sister’s in Palesitna, sungguh kalian telah membasuh diri kalian dengan darah, sementara kami disini air mata penghambaanpun sulit untuk membasuh, bahkan tawa2 hina yang kerap melempar, memalukan sekali perbuatan kami, kesia2an waktu dan angan tak bertuah yang senang diurai dalam mimpi-mimpi semu.
Disana kalian suci, berlomba meraih syahid, jiwa syuhadamu terbang menabur wangi, wangi yang kami abaikan. Do’akan kami disini untuk sepertimu, agar syahid sudi mendekati.
Wahai Izzudin, Yahya Ayyash, Imad Aqil dan ... Syekh ku tersayang bergembiralah kalian, karena kalian adalah orang yang sebenar-benar hidup di sisi-Nya, Sang Rahman, Sang Pecinta sejati.
Karena kecanggihan iman kalian telah melebur kecanggihan senjata-senjata tercanggih para thogut. Sedang iman kami disini sangat culun dan polos. Karena iman hanyalah gembor kata, umbar dakwah dan promosi ibadah. Keluguan yang sangat lucu. Dan mungkin kamu semua akan marahdan geram saat atraksi ini terjepret dalam handicam mu.
Wahai.... sungguh aku ingin menjadi sepertimu, rindu menjadimu........, dengan keterabtasan yang sangat, kamu begitu besar dan luar biasa. Saudaraku.. kebanggaanku, inspiratorku... berbahagialah...
Terimakasih dan maafkan aku, maafkan kami untuk kecewamu

Hai Imad Aqil, yang bahkan mayatmu yang sudah tercabik-cabik menjadi serpihan-serpihan daging oleh ratusan thagut itu masih sangat ditakuti, apa kabarmu, tentu sangat bahagia, disambut suka cita oleh keabadian yang setia. Kabarku dan kami amatlah buruk, seburuk tsunami Aceh yang pekat menghitam
Dan Bro Ayyas, Al-Muhandis Bom syahid selamat atas hafalan dan rakitanmu yang exellent, begitu mencegangkan dan kami disini bgitu memalukan
Dan.. Bro Ayyat Akhras, wahai pecinta syahid, entah pujian apa yang pantas untuk mu....
Aku benar2 malu pada kalian.....
Dan terutama pada-Mu, Robbb..
Masihkah ada peluang manusia seperti kami di sisi- Mu??


Jum’at, 03 februari 2006


Disaat kepedulian terhadap sesama dan lingkungan hilang, maka tam\npa disadari kita juga telah kehilangan sisi kemanusiaan. Yang tertinggal hanya nafsu, yang akan terus menggerogoti hidup, bahagia dan yang keabadian.

Tidak ada komentar: